PERILAKU RUMAH TANGGA DAN PILIHAN KONSUMEN
Pada pasar yang persaingan sempurna, harga-harga ditentukan oleh kekuatan
penawaran dan permintaan, dan tidak ada satu rumah tangga atau perusahaan yang
mempunyai kendali atas penawaran dan permintaan. Kita mengasumsikan bahwa rumah
tangga memiliki pengetahuan yang sempurna tentang kualitas dan harga sesuatu
yang tersedia di pasar.
Rumah Tangga di Pasar Output
Setiap rumah tangga harus membuat tiga keputusan dasar: (1) besar masing masing
produk keluatan yang harus diminta, (2) berapa tenaga kerja yang ditawarkan,
(3) berapa yang di belanjakan saat ini dan berapa yang ditabung untuk masa
depan. Pendapatan, kekayaan, dan harga menentukan batasan atau kendala anggaran
rumah tangga. Batasan anggaran barang dan jasa tersebut memisahkan kombinasi
barang dan jasa yang terjangkau dan yang tidak terjangkau.yang paling baik
adalah menganggap semua masalah pilihan rumah tangga itu sebagai masalah
pengalokasian pendapatan ke banyak barang dan jasaperubahan salah satu barang
itu dapat mengubah seluruh alokasi tersebut. Permintaan akan barang itu akan
naik sementara barang lain akan turun.
Sepanjang rumah tangga menghadapi pendapatan yang terbatas, biaya riil
masing-masing barang atau jasa adalah sebesar nilai barang dan jasa yang lain
yang dapat dibeli oleh jumlah yang sama. Didalam keterbatasan harga,
pendapatan, kekayaan, putusan rumah tangga pada akhirya tergantung pada selera
suka tidak suka.
Landasa Pilihan: Utilitas
Apakah suatu barang itu lebih disukai dari pada barang yang lain tergantung
dari banyaknya barang utilitas atau alternative yang dihasilkan relatif
terhadap alternative-alternatifnya. Hukum utilitas marjinal yang menurun
mengatakan bahwa semakin banyak kita mengkonsumsi suatu barang pada periode
tertentu, semakin berkurang utilitas atau kepuasan yang kita peroleh dari
masing-masing barang tambahan (marjinal) tersebut.
Rumah tangga mengalokasikan dananya kebarang dan jasa untuk memaksimalkan
utilitasnya. Itu menyiratkan adanya kegiatan memilih yang menghasilkan
utijitasmarjinal perdolar tertinggi. Disebut dunia barang, rumah tangga akan
memilih sedemikian rupa sehingga menyamakan utilitas yangdibelanjakan untuk x
dengan utilitas marjinal perdolar yang akan dibelanjakan untuk y. dan itu
disebut hukum memaksimalkan utilitas.
Efek Pendapatan dan Efek Subtitusi
Fakta bahwa kurva permintaan memiliki kemiringan (slope) negative dapat
dijelaskan dengan dua cara: 1. Utilitas seluruh barang itu berkurang, 2. Bagi
sebagian barang normal baik efek pendapatan maupun efek subtitusi karena
penurunan harga mengakibatkan semakin besarnya konsumsi barang tersebut.
Surplus Konsumen
Di pasar tenaga kerja terdapat saling hapus (tradeoffs) antara nilai barang dan
jasa yang dapat dibeli dipasar tersebut atau yang dihasilakan di rumah dan
nilai yang diberikan orang atas waktu senggang. Biaya peluang sebuah perusahaan
yang diupah adalah sebesar waktu senggang atau pekerjaan yang tidak diupah.
Tingkat upah adalah sebesar harga atau biaya peluang dari manfaat pekerjaan
yang tidak diupah atau waktu senggang. Surplus konsumen muncul karena rumah
tangga dapat membeli setiap komoditi dengan harga yang sama dengan nilai yang
ditetapkan pada unit yang terakhir dibeli.
Efek pendapatan dan efek subtitusi karena perubahan tingkat upah bekerja dengan
arah berlawanan. Upah yang lebih tinggi berarti bahwa : 1. waktu senggang itu
lebih mahal (tanggapan yang mungkin: orang yang bekerja lebih banyak- efek
subtitusi), 2. lebih banyak pendapatan yang diperoleh dalam jam kerja tertentu,
sehingga sejumlah waktu dapat dihabiskan untuk waktu luang. Selain menentukan
bagai mana mengalokasikan pendapatan saat ini keberbagai barang dan rumah
tangga bisa pula memutuskan untuk menabung atau meminjam.
Kenaikan suku bunga mempunyai akibat positif terhadap tindakan menabung apabila
efek suptitusi mengalahkan efek pendapatan, dan memiliki efek negatf apabila
efek pendapatan mengalahkan efek suptitusi. Kebanyakan bukti empiris mengatakan
bahwa efek subtitusi yang lebih dominan disini.
Kurva indiferen adalah serangkaian titik, dimana masing-masing titik itu
mewakili kombinasi X dan Y, yang semuanya menghasilkan utilitas total yang
sama. Rangkaian kurva indiferen konsumen tertentu disebut peta selere
(preference map). Kemiringan (slope) sebuah kurva indeferen adalah rasio
utilitad marjinal X terhadap utilitas marjinal Y, dan angkanya negative. Selama
kurva indeferen cembung kearah titik asal, pemaksimalan utilitas akan
berlangsung pada satu titik dimana pada waktu itu kurva indeferen tepat
menyentuh keterbatasan anggaran. Hukum memaks
0 komentar:
Posting Komentar